KOMITMEN

Dulu sebelum menikah aq sibuk banget cari-cari artikel tentang pernikahan. Koran, majalah bahkan keliling toko-toko buku memperbanyak bekal supaya gak grogi saat memasuki kehidupan baru nantinya. Dan satu-satunya kata yang sering diulang dalam setiap artikel adalah : KOMITMEN!!!   Penjabarannya sih macam-macam tapi seingatku kesimpulan yang q ambil saat itu tentang definisi komitmen adalah semacam perjanjian tidak tertulis antara 2 manusia yang bila salah satunya kelak melanggar maka yang terjadi adalah hancurrrr pesenakkk telooorrrr…………….. alias bubrah…. Maka 10 tahun yang lalu ( benernya masih kurang seminggu koook ) aq dan calon suamiq tambah semakin kerepotan mencari-cari apa yaaa sebaiknya komitmen kita berdua??? Lalu terjadilah beberapa kesepakatan ( rada maksain juga seehhh…. abisss gak ketemu-ketemu juga bentuknya ) pertama, suami adalah kepala rumah tangga ( ya iyallaaahhhh masa ya ya dooong… ), kedua, semua hal-hal yang penting lebih baik dibicarakan berdua sehingga keputusan yang diambil juga hasil musyawarah untuk mufakat ( sesuai dengan sila ke 4 Pancasila… yaaa kaannnn??? )  hal ini penting bagi kami supaya bila ternyata keputusan itu setelah diuji di lapangan adalah keputusan yang salah maka kami berdua tidak akan saling menyalahkan ( so far so good ), ketiga, tidak boleh ada orang ke-3, artinya bila salah satu melanggar waaahhh bisa sidang istimewaaa deeehhh…….. So setelah itu terjadilah ijab kabul di antara kami..  Daaannn masuklah kami berdua ke gerbang kehidupan baru yang semula terasa indah ternyata setelah hampir satu dasawarsa ini terasa makin indah.. Untung cuma 3 komitmen, pikirq saat itu, lha kalo kebanyakan mana mungkin kami bisa ingaatt??? Apalagi sampe kaken-ninen… Keburu pikun kaannn??? Alhamdullillah Allah memberikan karunia yang begitu besar untukq hingga saat ini, suami yang sabar dan seorang anak yang bisa mengisi hari-hariq dengan senyum dan tawa. Dari kesemua komitmen itu yang paling aq cemaskan adalah komitmen ke-3. Gimana enggak, sekarang kan lagi musim poligami. Sampe ustadz-ustadz pada poligami yang hingga kini aq belum bisa menerima dengan besar hati bahwa hal itu memang dihalalkan khususnya oleh agamaq sendiri. Sharing dengan bebrapa teman yang punya kecemasan yang sama tehadap suami-suami mereka kita membahas apa yang perlu kita lakukan sebagai istri-istri yang sering ditinggal suami pergi keluar kota, keluar pulau bahkan ke luar negri ( kan itu kondisi paling rawan karena saat itu suami gak dalam pengawasan siapapun kannn?? )…. Mbak Anik bilang ; kalo suami pulang dari luar kota coba intip beberapa sms-nya siapa tau ada yang mencurigakan ( persis seperti lagu SMS-nya Trio Macan ) juga nama-nama dalam phone book suami mungkin ada yang terlihat feminin. Mbak Tri usul ; coba baju-baju suami di periksa, siapa tau tertinggal bau parfum yang tidak kita kenal. Mbak Gi menutup rapat hari itu dengan kalimat manis ;  kalo perlu geledah dompetnya dan ikuti suamimu diam-diam seperti detektif romantika. Wuuaaahhh juuueeedeeerrrr!!!  Aq tak bisa mengatakan sepatah katapun. Gimana bisa semua itu qlakukan?? Kadang-kadang suamiq malah menyuruhq buka sms di hp-nya terutama kalo dia lagi di toilet hehehe….. Juga kalo pas kami di jalan raya dia sedang nyetir dan tulit tulit sms berbunyi pasti dia langsung sodorin hpnya sambil ngomong ; bacain dong… Dan parahnya seringkali yang terjadi kalimat retorika berikutnya adalah ; sekalian ya balesin bla bla bla…dsb. Nah kalo berikutnya tentang periksa baju-baju semakin gak mungkin lagii, lha wong setiap saat aq yang yang mencuci semua bajunya, aq yang menyetrika semua bajunya setelah dan sebelum dia pergi selalu aq yang mnyiapkan semuanya…. Apalagi pake acara geledah dompet semakin gak perlu deeehhhh…. karena sering banget dia bilang ; kalo perlu apa-apa ambil sendiri di dompetq yaaa… Juga yang terakhir mengikuti diam-diam… Waaah bukan modelq banget deeehhh… Nah kalo perginya ke luar pulau gimana caraq ngikutin secara diam-diam?? Gak mungkin banget kannn…. Tapi untuk urusan buka-membuka phone book pernah juga aq tergoda. Di suatu hari yang cerah suamiq meninggalkan hp-nya begitu saja di atas meja ( yaaahhh emang dia sering begitu koookkk…) mengingat kata-kata teman2q qberanikan diri untuk membuka phone booknya ( pake acara mengendap-endap lagiiii….. ) Dieeeenggg! Ada sebuah nama yang temanq tadi bilang feminin tertera di situ. Tanpa basa-basi saat suamiq muncul dari balik pintu langsung kutodong habis-habisan!!! Dia juga bengong…. Katanya ; mungkin temen kamu kaliii… Kamu kan sering lupa gak bawa hp jadi kalo ketemu temen di jalan langsung nyaut punyaq…. Aq tetep berapi-api keukeuh menyangkal kalo gak punya temen dengan nama seperti itu. Dia juga sama keukeuh gak mengakui. Daripada ribut-ribut yaaah dia coba hubungi dehh… Tapi-tapi ditengah memenekan tuts nomernya, kami teringat sesuatu, lho bukannya itu si ibu pegawai BPN yang pernah kita temui saat mengurus perpanjangan HGB rumah??? Mana si ibu tuh dah cukup tuwir lagi dan gak pantas dicurigai… Woooww malunya neeeh…….. Setelah aku termenung cukup lama mungkin yang perlu ditambahkan dalam komitmen kami yang terakhir adalah : Saling Percaya. Itu thok. Wes. Setelah itu gak pernah ada lagi rapat antara aq dan para ibu-ibu yang super kuatir tadi. Gak perlu takut seperti Maya Estianty-Ahmad Dhani, Yuni Shara-Henry Siahaan ato bahkan Aa’ Gym-Teh Ninih karena aq percaya kami berdua bisa menghadapi semua gelombang  dan tajamnya batu karang dengan cinta dan kasih sayang. Tak perlu rajin ke salon hanya untuk membuat suami mengkagumi tubuh dan wajah mulus istri ( karena bukan jaminan dia gak mengkagumi kemulusan2 yang lain looohhh ), tak perlu rajin fitness hanya untuk membuat suami senang melihat istrinya langsing ( dulu aq juga sering ketakutan dengan bentuk tubuh looohh ), tak perlu juga menghabiskan waktu untuk mematai-matai kegiatan suami karena takut terjadi penyelewengan. Karena aq yakin, cinta yang sejati tak pernah melihat semua itu. Coba dengerin The Changcuters dalam lagunya I love You Bibeh…. biar kata kau nenek sihir, bagiku kau britney spears….  Nah kalo itu semua ternyata masih juga kebablasan yaaaa namanya apeeessss deeehhhh….. Alias untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak…. Hehehe…. Apapun yang terjadi memang gak ada yang perlu disesali dalam hidup ini, kata Kristina, pahit manis kehidupan harus dijalani, ya gaakkk??? Jadi gimana buuu????

( Kado buat suamiq di ultah pernikahan kami yang ke 10 th, thanks my God for all happines that YOU gived to me. I love you bibeh )

Iklan

7 responses to “KOMITMEN

  1. hai mba..i’m a new comer nih..postingnya ngena bgt, krn kbetulan saya newlywed. Komennya sih..wah you are so lucky bgt mba Ika, semua wanita pingin apa yg mba punya, mulus…lus…luuus sampe 10 tahun dan seterusnya hehe. Kita sebagai wanita mestinya punya sisterhood gitu yah, yg saling menguatkan dan saling membuat positif. Kalo komunitas ibu2 nya negatif dan curigaan, mendingan ditinggalain aja deh. Soalnya selalu teringat mas Reza Gunawan, hati2 akan kebencian dan kekhawatiran kita, karena ‘what you resists, persists..’ dan ‘what you worry, may happens indeed..’ serem kan??

    Jadi buat temen2 baruku semua yg rajin mengintip blognya Mba Ika ini, selalu deh berprasangka baik sama Allah..kita sudah hidup dengan tanggal lahir, nama jodoh, jumlah rezeki, dan tanggal meninggal yg digariskan-Nya. Gak usah takut lah bakal dipoligami, kita gak bakalan dipoligami kok kalo memang gak digariskan untuk mengalami hal itu.

    Doain juga ya saya bisa langgeng seperti wanita beruntung lainnya sebelum saya..Waslm

  2. @ hanita
    Mbak dah pernah baca buku ” Mengubah Takdir”-nya Agus Mustafa beloomm? Kalo ada waktu coba deh berburu ke Gramedia… Tuh buku bagus banget loooh… Best Seller sebelum Laskar Pelangi. Tau gak mbak, ternyata soal lahir, jodoh, rejeki so-on tuh bukan harga mati looohh!! Makanya kita boleh berdoa; Yaa Allah karuniakan aku umur panjang ato Ya Allah karuniakan aku rizqy yang cukup ato Ya Allah karuniakan aku jodoh yang sholeh… Jadi aq yakin banget bahwa Allah tu gak diktator ato otoriter ( setelah baca buku ntu looh mbak.. ) dan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk berusaha mengubah nasib asal demi kebaikan…….. Hehehe malah ngelantur ni mbak… Coba yaa baca deh insya Allah mbak akan merasa tuh buku ok banget… ( Pa lagi ada dalil2nya di dalaam… ) Kalo tuk yang newlywed like you, ada juga buku Agus Mustofa tuh yang kalo gak salah judulnya “Poligami” ( tapi sjujurnya aq juga belum baca yang satu ni… hik hik hik ) dah aq baca resensinya khereeen banget cuma belum kebeli karena harus ngalah sama komik Naruto-nya my doughter… Tks for visit……….. CU

  3. wahhhh….spertinya gambaran keluarga idaman ya….Saya ini khan pgn jg masuk babak kehidupan baru, tapi saya ini kdg takut calon suami saya nanti tidak seperti yng saya harapkan…Slnya saya ini khan sering “beredar” jd takut kl suami tidak sepaham…Tapi kemarin waktu besuk suami Wakasek, tiba2 ada yang “kena” di hati saya…karena menurut pendapat sang suami wakasek kunci sebuah pernikahan adalah PENGERTIAN dan BERDOA…Insyaallah segalanya akan senantiasa mendapat bantuan-Nya…

    Tapi kembali lg…saya ini khan manusia…kdg yah….pengnnya gini n gitu…tapi kata teman : segala sesuatu itu bukan atas kehendak kita tapi kehendak Yang Kuasa…Sejak itu mungkn…saya berusaha melihat seseorang bukan dari luarnya..tapi lebih bgmn orang itu mampu membuat saya MENCINTAI ALLAH SWT lebih baik lagi, dan kalau bisa semakin Cinta pdaNya…Amieeennnn

    yah…tampaknya bu ika termasuk salah satu istri yang beruntung…krn suaminya g perlu dicurigai yg macem2..Semoga saya bisa mendapatkn yang seperti itu yah…. AMieennnnn

    Doakan saya yach…

  4. Aku punya pemikiran lain, mbak ika..
    menurutku, hidup di dunia ini kan selalu penuh dengan kejadian yang tak dapat diramalkan. orang bilang, itu nasib, takdir, atau sudah qodarnya. itulah mengapa Tuhan maha bijak tidak mau memberi tahukan terlebih dahulu seperti apa taqdir, qodar kita. kupikir adalah supaya kita bisa belajar dengan perubahan yang terjadi. menyesuaikan diri. belajar. berproses dan berkembang.
    suami yang beberapa puluh tahun sudah sangat setia, tiba-tiba bisa pindah ke lain hati. atau tidak pindah, tapi membagi hati. siapa bisa nyangka, kan ?
    aku merasa, just wasting enerji kalau kita sibuk mencurigai dia. nama yang feminin di HP, toh bisa di save dengan nama laki-laki. tahu dari mana kita? nota-nota makan, bisa terlebih dahulu dirobek dan dibuang, jika dia memang berniat tidak mau diketahui. bisa apa kita?
    hidup ini kan cuma singkat. alangkah ruginya kalau kita pake separo perjalanannya untuk membuang enerji dengan berkuatir. apalagi dengan memperbanyak kekuatiran, juga tidak menjadi jaminan kita bisa “mengekang” suami untuk bisa setia.
    kalau aku lebih senang menikmati hidupku..
    aku mempercayainya. kalau seandainya ia menyalahgunakan kepercayaanku, ya sudah to, artinya barangkali kami memang tidak berjodoh untuk saling mempercayai.
    kalau dia mau memilih perempuan lain sebagai istrinya, silakan. aku bersedia melepasnya setiap saat. Insya Allah. toh kalau dia bilang dia lebih mencintai perempuan lain, aku tidak setuju pada poligami. kalau ia bilang masih mencintaiku, tapi juga mencintai perempuan lain, maka aku lebih baik mengalah. kasihan perempuan itu.
    Toh cinta tak bisa dipaksakan. dan bukan jaminan cinta akan terus melekat sepanjang perkawinan kita. tak ada sesuatu yang kekal di dunia ini. suatu saat, kejadian buruk bisa saja datang. dari hal kecil sampai besar.
    pertanyaannya adalah, apa yang akan kita lakukan jika itu terjadi.
    aku percaya, kalau kita mau, kita ini punya kekuatan untuk bisa bangkit dari keterpurukan. sebesar apapun. itu makanya, tidak semua orang berakhir kehidupannya dengan bunuh diri. karena kita bisa mengobati diri kita sendiri.
    setelah bercerai, misalnya, bukan berarti kehidupan kita juga akan ikut hancur, kan?
    Beberapa temanku sudah mencontohkan. jika bercerai dengan cara damai, maka efek negatifnya ke anak juga tidak bakal begitu hebat.
    Pada dasarnya, aku percaya, manusia itu bebas memilih pilihannya. kita sudah menikah, punya anak, lha kalau kita menginginkan bercerai dan mencari pasangan yang lain, itu adalah pilihan. sebagaimana kita juga bisa memilih untuk tetap mencintai dan berperilaku monogami. pilihan itu ada pada semua orang. pada kita sebagai istri, atau juga pada suami. pilihan itu tidak bisa dipaksakan. buat apa status bersuami sementara dia tidak mencintai kita.
    sekali lagi, aku percaya pada pilihan. aku menghargai pilihan orang lain, termasuk suamiku. jika suatu saat, ia memilih kehidupan lain, pasti, aku yakin, aku akan bersedih, tapi aku bisa menghargainya jika ia mengatakannya padaku dengan terus terang.
    yang bisa kita genggam dalam tangan kita adalah kehidupan kita sendiri, bukan kehidupan orang lain, meski ia pasangan kita. meski ia anak kita sekalipun. yang bisa kita kendalikan adalah reaksi kita sendiri, bukan bagaimana orang lain harus berbuat kepada kita. kita pengennya suami bisa setia. tapi apa kita bisa mengaturnya begitu, mengontrolnya tiap waktu? ah, cari kerjaan saja..
    Btw, pilihan tiap perempuan juga berbeda-beda. ada yang memilih berkuatir, ada yang memilih mempercayai. ada yang memilih berdoa saja.
    itu juga pilihan.
    selama kita bisa mempertanggung jawabkan pilihan kita, menyadari konsekwensinya, mengapa tidak ?

  5. @ dewi
    Alhamdullillah mbak…….. Sampe saat ini aq masih wanita beruntung………. Namun apa yang terjadi esok, aq gak tau, gak bisa mengira-ira dan gak bisa menjamin akan sama dengan hari ini……… Demikian juga dengan mbak dan siapapun itu… Yang bisa aq lakukan hanya enjoy my day and my life…… So, jangan takut untuk menikah karena se-beruntung ato se-sial apapun qt itu pasti sudah yang terbaik buat diri qta sendiri……. Gimanaaaa????????????

    @ nur
    setuju my friend!! aq berusaha sekuat hati menjaga kekuatan cinta kami tanpa harus menyia-nyiakan hidup singkat ni dengan serba ketakutan……… sungguh aq berharap suamiq selalu menjaga percayaq……. gak pernah qt tau apa di tengah jalan qt kelak ada gelombang, ato batu karang bahkan meteor dari langit……. namun apapun yang terjadi kelak aq sudah berusaha setidaknya terhadap diriq sendiri, sehingga aq tak perlu menyesali apapun……. walopun aq slalu berdoa agar di tengah ato di ujung jalan q tak pernah kan q jumpai semua itu……….

  6. salam kenal

    🙂 nice story and c’est la vie

  7. senengnya baca blog ini…
    that’s life ya mbak?
    semua fase dalam hidup ini ga berhenti dari ujian yang Allah berikan untuk hambaNya,
    ujung2nya adalah urusan kita dengan Sang Khalik…
    semoga kita diselamatkan dan dilindungi dari ketetapan buruk yang telah dituliskanNya, semoga kita diberi kekuatan dan keikhlasan hati melewati ujian hidup yang ditetapkanNya…
    jd penasaran neh dengan buku “Mengubah Takdir” nya Agus Mustafa…
    keep writing ya mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s