Ikhlas Demi Cinta

Di postingan sebelumnya about KOMITMEN aq gak dapat terlalu banyak comments… Tapi beberapa yang masuk menginspirasiq untuk membuat sequelnya. Emang betul semua yang akan qt hadapi dalam hidup ni sebagian adalah pilihan qta sendiri. Walopun jodoh, rizki dan maut adalah hak prerogatif Allah swt namun Allah masih membuka jalan bagi qta untuk memilih. Buktinya ada doa: ” Yaaa Allah panjangkanlah umurq…”Ato “Yaaa Allah berilah aq rizki yang halal dan cukup…” Ato ” Yaaa Allah karuniakanlah aq jodoh yang sholeh/shaliha…” Naaa kalo Allah tu diktator alias tu smua dah harga mati alias gak bisa ditawar-tawar lagi buat apa ada doa-doa semacam itu??? Gak-lah…

Seperti mas Agus Mustofa bilang dalam bukunya Mengubah Takdir ( sumpaaahhh ni buku bagus banget!!! pantesan best seller…a must be read!!! ) bahwa qta harus berusaha keras dan berdoa dulu baru Allah yang akan menentukan apa qodho dan qodhar alias takdir qta selanjutnya…. Demikian juga saat qta tlah berumah tangga dan di tengah perjalanan dihadapkan pada masalah the other man or the other woman…. Janganlah qta langsung mengambil keputusan itu adalah takdir qta… Mungkin kalo dibilang ujian dari Allah, ada benarnya…. Seandainya ujung-ujungnya harus diforce, emang betul itu adalah pilihan seperti pendapat mbak Nur, sekali lagi itu bukan takdir… Kenapa??? Karena Allah sangat membenci perceraian!!! Gak mungkin-kan  Allah membenci sesuatu namun malah memberi sesuatu yang dibenci itu pada umatNYA???? So back to my opinion about pasangan hidup…. Dari hasil wawancanda ( wawancara sekaligus becanda ) dengan beberapa orang teman ( gak cuma female, tapi juga ada yang male ) aq membuat catatan sebagai berikut :

1. Tidak semua orang jika menghadapi masalah keretakan dalam rumah tangganya dia akan memilih berpisah dari pasangannya. Hal itu dia lakukan semata-mata bukan karena cinta pada suami ato istrinya, namun karena bentuk tanggung jawab pada orang-orang yang terkait dengan pernikahannya….. Anak, orang tua, karier dan sebagainya. Walopun pada pasangan yang bisa melakukan cerai damai keliatannya gak terlalu berdampak negatif pada anak-anaknya, namun beberapa temanq yang mengalami hal ini memilih untuk mempertahankan rumah tangga mereka….  Mereka memilih menderita hati dan batinnya demi anak ( ikhlas demi cinta….. pada anak??? pasti!!!….pada pasangan yang telah mendua??? why not??? maybe yes, maybe no hehehe… )…

2. Untuk beberapa teman yang selalu kuatir dan curiga pada pasangannya ( gak baik juga kok..) ada sebagian yang beruntung karena pasangannya setia, sebagian kurang beruntung karna walopun pasangan mereka tampaknya setia tapi masih bisa curi-curi pandang di depan ato di belakang pasangannya ( namanya juga manusia buuu…….. gak mungkin tahan kalo liat yang sedep-sedep kaaannn???? hehehe…..), sisanya justru malah gak beruntung karna pasangan hidupnya bener-bener tlah mendua………… ada yang dalam proses menunggu talak, ada yang justru mengajukan gugatan duluan……. Menurut aq neehh, mungkin karena sifat terlalu curiga-annya itu justru membuat pasangan mereka jadi be-te… Coba, suami mana yang gak sebel kalo pas meeting sang istri nelpon lebih dari 3X cuma untuk nanya : Lagi ngapain?? Lagi sama siapa??? waduhhh!!! Sebaliknya istri mana yang tahan kalo sama suaminya disekap di rumah terus alias gak boleh ngapa-ngapain hanya karena sang suami takut: istrinya boros ( bakal ngabisin gaji suami dalam sebulan kalo pergi sama sesama ibu-ibu pas tanggal muda…hahaha…. ),  istrinya bakal ngelirik kanan kiri ( mungkin istrinya cantik rupawan ngkaleee.. ), de-el-el. Yang smua kecemasan itu ternyata gak cuma milik wanita aja lohhh!!! Tapi justru kecemasan-kecemasan itulah yang seringkali menjadi awal terjadinya sebuah perselingkuhan walopun gak smuanya berawal dari situ……….. So, menurut aq boleh-boleh aja cemas, takut, kuatir ato malah cemburu, asalkan kadarnya gak 24 karat…. namanya juga cinta???? Ya kaaannn??????? Yang justru mnarik adalah alasan untuk worry itu beragam, ada yang murni karena cinta ( wis pokoke love is blind-lah!! ), ada yang karena status ( takut jadi duda ato janda karena jadi ketauan punya keluarga gak sukses ), ada yang berat sama materi dan kedudukan ( kalo pisah kan harus dibagi dua??? jadinya sedikit dooong…..hihihi……….. ) wis to pokoke uakeeehhhh alasane…….. Yah itu juga yang membuat mereka harus hidup dengan kekuatiran sepanjang hidupnya….. Pilihan yang aneh….  

3.  Pilihanq adalah menikmati semua gejolak dalam hatiq……. Kadang aq kuatir, kadang aq cuek….. Kadang aq cemas, kadang aq gak peduli….. Kadang aq cemburu, kadang aq EGP …….. Semua aq nilmati ajaahh… Asalkan aq tau batasan kadarnya supaya gak menyulitkan diri sendiri nantinya…… Misalnya jangan terlalu kuatir, ntar rasanya pahit……. Jangan terlalu cuek, ntar rasanya asem…… Ada tawa, ada air mata, ada gembira, ada marah semua qanggap sesuatu yang indah dalam hari-hariq…… Seandainya di tengah perjalananq nanti suamiq mendapat cobaan yang besar dalam cintanya maka aq mungkin juga akan berusaha untuk menikmatinya sebagai sepenggal episode dalam hidupq….. Aq akan berusaha untuk besar hati bahwa belum tentu biduk rumah tanggaq yang sejauh ini gak menemui hambatan berarti akan mulus terus sepanjang masa……. Bila di ujungnya berakhir dengan happy ending, mungkin itulah rizky terbesar yang aq terima dari Allah dan aq kelak harus mensyukurinya…. Namun seandainya tak secerah yang aq harapkan, mudah-mudahan aq masih memiliki semangat untuk tetap menjalani kehidupanq dengan kepala tegak…. Semuanya karena aq berusaha untuk ikhlas demi cinta…….

So, buat teman-temanq yang belum menikah, janganlah untuk takut berkomitmen dengan pasangan, qta tak pernah tau apa yang terjadi bila belum menjalani…. Lebih baik pernah menikah walopun gagal daripada tidak sama sekali karena takut gak berhasil…… Namun skali lagi itu adalah pilihan kalian, menikah ato tidak, dengan segala konsekwensinya…… BUat yang dah menikah, mudah-mudahan qta termasuk orang-orang yang beruntung tapi kalopun kurang ato malah tidak beruntung, kalian masih punya banyak pilihan untuk melanjutkan kehidupan kalian….. Live must go on kaaannnn????? Apapun yang kalian pilih, berjuang, bertahan ato diam untuk cinta smuanya adalah pilihan qta… Apapun hasilnya, smua tergantung kita…….. Everything is up to you……. So, gak perlu mengeluh untuk apapun…… Karena bila qta berusaha untuk ikhlas demi cinta, mungkin segalanya akan baik-baik saja.. Piye????

Iklan

17 responses to “Ikhlas Demi Cinta

  1. menikah sebagian dari ibadah. dan apakah ketika pasangan rumah tangga memilih cerai juga demi ibadah? btw, makasih atas kunjunganya ya. aku datang nagih popcorn,he..he..

  2. waduh bahasanya ketinggien…indak tahu aq, aq si kecil.haaaaaaa

  3. aku suka banget sm tulisan ini, “komitmen dengan pasangan”. memang, jodoh itu Allah yang ngatur dan kita ga boleh mendahului takdir. tapi, berharap dan berusaha boleh to? hehe..
    terlebih, saya tipikal orang yg selalu berencana, walaupun saya tau segala sesuatu itu Tuhan yang menentukan. tapi, apa ga ya lebih baik kalo ga ada rencana apa2 jadinya berantakan 😀 dan, bagi saya, komitmen itu penting 😀

  4. selain itu, Tuhan menyukai orang2 yang iklas dan tulus 😀 iklas demi cinta 🙂

  5. @ gadis rantau
    ya gak-lah mbak…….Allah swt sangat membenci perceraian walopun itu dihalalkan….. jadi ya bukan ibadah namanya……

    @ innes
    huuuaaaaa…….ada anak kecil ngintip blog-q….

    @ INDAH REPHI
    stujuuuu mbak…………. mendingan punya rencana tapi meleset daripada gak punya rencana sama sekali……….

  6. sepakat juga. menikah atau tidak itu tak penting, yang lebih penting paham konsekuensinya masing2
    🙂

  7. waaa.. aku juga di kejar2 untuk menikah, tapi belum lulus, butuh dukungan doa nih biar cepet nikah…

  8. Setujuuuu…ikhlas karena sesunguhnya Allah tidak tidur. Selama kita merasa melayani pasangan dengan baik, tidak pernah menzholimi dia dengan perkataan or perbuatan, selalu mensyukuri apa yang dia beri kepada kita tanpa banyak mengeluh dan menuntut, so kenapa kita musti takut sesuatu yg buruk akan menimpa kita? Masalah apapun Insya Allah datang satu paket dengan penyelesaiannya.

    Nha..kalo soal berita yg ini lain lagi nih, was-was gak para ibu yg menyaksikan Aa Gym merayakan kelahiran putra ‘hasil karyanya’ dengan istri kedua. Pada bertanya2 gak sih saat nonton bersama suami, apa yg ada di pikiran suamiku ya? Duh bakal nular gak ya? hehehe. So ditunggu deh posting Mba Ika selanjutnya, kali aja bisa nyerempet2 ke soal ini hehe, kalo aku yg buat sepertinya belum cukup pengalaman 🙂

  9. sebenernya saya belum paham bener mengenai ikhlas demi cinta…. Pada saat kita menjalin hubungan dengan seseorang, lalu seseorang itu meninggalkan kita dan kita merelakan dia pergi sambl berharap seseorang yng lebih baik akn datang….apakh kita termasuk ikhlas???

    Atau saat orang tersebut meningglkan kita, tapi kita justru setia menanti dia kembali pada kita…apakah itu juga ikhlas demi cinta???

    yang mana sebnrnya ya yg dikategorikan ikhlas…pada dasarnya ikhlas itu khan datg dari niatan dalam hati kita…pada saat kita tawaqal dan tawadu’ padaNya menghrp ridhoNya dengan hati tulus, saya yakin itu yang namanya ikhlas…demi apapun…

    gimana??? bener g?

  10. @ kw
    tapppiii kalo bisa jomblonya jangan kelamaan atuh……….

    @hotnews
    yaaahhhh aq doakan segra dapet jodoh yaaahhh……..

    @Hanita
    waaahhh…….postingan tentang Aa’ Gym gak berani mbak… takut kualat….hehehe…..

    @dewi
    ikhlas karena cinta…. cinta pada Allah semata…. ( kata pak Ustadz sih begitchuuu…. seharusnya)

  11. Yup mba. Itulah.. orang suka kelupaan (atau melupakan) komitmen yang sudah mereka buat sendiri. Dihadang masalah dikit langsung buyar (dan bubar) padahal pernikahan bukan ajang suka doang tapi juga duka. makanya ada kalimat: ‘ .. dalam suka dan duka sampai mau memisahkan’. tul ga?

  12. hihi maksudnya ‘ .. dalam suka dan duka sampai maut memisahkan’. 🙂

  13. IBUUUU….. (Halaaah!!), ada tag dan award buat ibu di blog saya. diterima yah? Thx and have a great weekend!!

  14. jadi enaknya married or jomblo?

  15. numpang comment..
    setuju ma mba ika…smg selalu diberi ketenangan hidup amiiiinn…

    hidup di dunia hanya untuk menyembah Allah SWT., itu saja….itu saja maksud Allah menciptakan kita… ga perlu kita neko-neko..
    segala pernak-pernik peristiwa dalam kehidupan adalah proses perjalanan menuju kematian, begini cara Allah memasukkan kita ke surga atau neraka, biar obyektif gitu lho… yang paling sabar…paling bersyukur…paling ikhlas…. termasuk pernikahan…
    jalani saja proses ini…jgn takut apa yg akan terjadi di depan nanti…wong besok jg kita sapa tau meninggal dunia… who knows??? yg penting bukan kita yg mulai duluan berbuat “onar”… kalopun sdh terjadi…bersabarlah!!! karena perjalanan menuju Allah belum usai..sampai malaikat maut mencabut nyawa kita
    seandainya hrs diforce ya terjadilah…asal kita sdh mempertahankan mati-matian…

    ga usah menerka-nerka takdir…ga usah pula mengharap pahala dari ibadah kita… berharaplah Allah ‘ridho’ sama kita…

    maaf..kepanjangan yach mba…
    salam kenal….

  16. nice posting…
    salam kenal bu…

  17. @hes
    waaaa tul banget ituuu……….

    @Ivana
    udah aq terima ini awardnya…….. sering2 yahhhh…….. hehehe………

    @fata
    dua-duanya adalah pilihan…….. cuma, setiap pilihan selalu ada resikonya…….. jadi terserah aja sama yang jalanin, gituuu……….

    @Andy
    nice coments Andy…………… trima kasih banyak yahhhh……….

    @serendipity55
    waaaa ma kasih banget kunjungannya yahhh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s