Andaikan Kau Datang ( Kembali )…….

Fausta Di Pangkuan-q

Fausta Di Pangkuan-q

terlalu indah dilupakan……..
terlalu sedih dikenangkan….
setelah aku jauh berjalan……
engkau kutinggalkan…..

13 Desember 2004
Badan Fausta panaaaasssss banget. Maemnya sulit dan rewel sepanjang malam. Sudah aq coba kasih obat penurun panas tapi panasnya gak kunjung turun. Termometer tetap menunjukkan angka 38.3. Aq gelisah. Kenapa putri bungsuq demam tanpa menunjukkan gelagat batuk ato pilek??? Cuma susu saja yang masih mau dikonsumsinya dengan lahap. Karena itu aq agak lega berarti perutnya gak kosong. Aq dan suamiq memutuskan untuk membawanya ke dokter besok. Apalagi menjelang malam air raksa di termometer malah menunjukkan peningkatan menjadi 39. Semalam aq gak tidur. Sibuk mengompres putriq. Di sebelahnya Audry tertidur pulas. Aq mencium kening keduanya. Ahhh tak q sangka Allah memberikan karunia yang luar biasa indahnya. Cinta dan pengorbanan yang q baru bisa merasakan kedua perasaan itu setelah kedua putriq hadir di dunia ini.

betapa hatiku bersedih……
mengenang kasih dan sayangmu……
setulus cintaku kepadamu……..
engkau kan menunggu………

14 Desember 2004
Pagi ini Fausta makiiiiinnnn paaannnnaaasss. Duh ya Allah kok begini…. Rasanya gak sabar menunggu sore. Suamiq tetap menenangkan aq bahkan pagi ini dia memutuskan gak pergi bekerja karena aq gelisah tak keruan. Untuk pergi ke UGD aq menganggap lebih baik menunggu sore namun ditangani dokter spesialis anak daripada ke UGD namun yang menangani adalah dokter jaga yang notabene dokter-dokter umum yang biasanya masih muda, baru lulus dan kurang pengalaman……
Saat jam menunjukkan pukul 15.00 aq segera bersiap pergi ke dokter spesialis langganan kami. Beliau adalah dokter spesialis anak spesialis paru-paru yang terbaik di Surabaya. Pasiennya ujubuneeeee…….. hampir ngalah-ngalahi antre zakat menjelang lebaran……. Dan saat kami tiba di tempat prakteknya pukul 15.30 kami sudah dapat nomor antrian ke sekian puluh dan baru bisa masuk pukul 20.00….. Padahal di luar hujan lebat bahkan aq melihat dari ruang tunggu pasien yang dindingnya terbuat dari kaca, jalanan sudah mulai banjir……..
” Fausta Padmasari……. Adryani Kinasih……. ” suster jaga memanggil nama ke-dua anakq. Kami ber-empat bergegas memasuki ruang praktek. Setelah beberapa menit memeriksa dokter yang bertampang cool itu menulis resep dengan tenang.
” Gimana dok? Sakit apa? ” suamiq bertanya dengan khawatir.
” Ndak papa, pak. Dua-duanya radang tenggorokan biasa…….” datar.
Setelah itu kamipun pulang dengan hati lega. Ahhh cuma radang tenggorokan biasa………

andaikan kau datang kembali………
jawaban apa yang kan kau beri……..
adakah jalan yang kau temui………
untuk kita kembali lagi…………..

15 Desember 2004 ( part 1 )
Pagi ini panas Fausta makin tinggi. Padahal semalam obat dokter sudah aq berikan. Walopun masuknya susah…. pake acara pencet hidung sejenak, pegang tangan kanan kiri karena anakq berontak untuk minum puyer yang rasanya jelas pahiiittt itu…… Beda dengan kakaknya, Audry, yang sudah pengalaman minum yang pahit-pahit tentu lebih mudah masuknya………
” Apa hari ini aq di rumah lagi aja ya, dik? ” suamiq bertanya.
” Lhooo jangan mass…… Kan hari ini mas ada janji…… Udah gak papa kok, kan dah ada obat dokter……” aq membantah.
” Kalo gitu ntar aja deh aq pergi rada siangan aja…. Habis makan siang aja….. Ntar setelah Fausta minum obat yang siang ya…”
Aq mengangguk. Hatiq berdebar, perasaanq gak enak. What’s wrong?
Jam 12.00. Fausta sudah minum susu sebotol dot gedhe. Waktunya minum obat lagi. Wuuuueeeeekkkkkkk….. duh dimuntahin sama dia…. aq kebingungan……. suamiq memutuskan untuk diulangi lagi aja obatnya sesuai petunjuk dokter kalo muntah yah harus ada siaran ulang…….. Gleeekkkk!! Beres. Suamiq bergegas pergi. Dah kesiangan nehhhh……. Aq bermain dengan kedua putriq. Audry sibuk main cilukba dengan adiknya… Mereka berdua tertawa-tawa seolah lupa kalo badan keduanya masih panas. Tapiiii tiba-tiba Fausta rewel…… Dia sibuk menunjuk-nunjuk ke langit-langit kamar….. Dan gak tau knapa tiba-tiba dia menangis keras-keras…. Aq segera menggendongnya dan meraih botol susu di tepi tempat tidur…. Qpikir dia haus ato lapar……. Sambil tetap q-gendong dia munum susunya dengan lahap……. Sampai habis tandas satu botol…… Namuuunnn tiba-tiba…. Aq merasakan hawa dingin dari tubuhnya……. Tiba-tiba ankq kejang…….. Tangan dan kakinya kaku seperti kayu dan matanya setengah terpejam…….. Aq kaget, shock……. Berteriak seperti orang gila aq keluar kamar….. Lari keluar rumah…….. Menggedor pintu tetanggaq mita tolong untuk diantar ke RS………

bersinarlah bulan purnama……….
seindah serta tulus cintanya……..
bersinarlah terus sampai nanti……..
lagu ini……… kuakhiri………

15 Desember 2004 ( part 2 )
Sampai di UGD RS ST.Vincentius A.Paulo ato RKZ. Anakq dinyatakan oleh dokter jaga dalam keadaan koma. Yaaa Allaaaaahhhhh…….. aq segera menelpon suamiq…….. Suamiq datang tergopoh-gopoh……. Jelas tadi dia ngebut di jalanan……… Wajahnya sembab…… Seperti aq…….. Kami menangis berpelukan di luar UGD……….. Berkali-kali suamiq menggumam, ” Yaaa Allaaaahhh apa salahku………”
Suhu termometer menunjukkan panas Fausta 41!!! Dia membutuhkan respirator ato alat bantu pernapasan yang kebetulan di RS itu alatnya sedang terpakai semua……. Jadi harus pindah ke RS lain yang lebih komplit…. RS Surabaya International Mayne Health jadi rujukan dari dokter yang menangani……… Pukul 17.00 suara ambulance memecah lalulintas Surabaya yang padat…….. Aq menangis……. Karena aq gak tau harus apalagi kecuali menangis……… Sampai di RS tersebut team dokter ahli telah menunggu…. seorang Prof.DR.dr SpAk. yang paling top, DR.dr SpAn ( Anestesi ), seorang dr internist dan seorang dr spesialais apa aq gak tau………. Stresss!!! Anakq penuh selang di wajah, dada dan tangannya……. Sudah tak sadar lagi….
” Rontgen paru-parunya……….” Prof. DR.dr yang seorang wanita yang dikenal jenius dikalangan ahli medis di kota ini memerintahkan para yuniornya. Rontgen berjalan lancar. Sang profesor menyarankan Audry juga menjalani serangkaian tes di RS tersebut untuk memastikan apakah dia mengalami jenis penyakit yang sama dengan yang didiagnosakan untuk adiknya, Fausta. Pukul. 21.00. Setelah sepanjang petang Fausta mengalami pompa jantung karena kesulitan bernafas ( hingga aq lihat dadanya biru lebam akibat dipompa terus menerus selama 4 jam tanpa henti ) akhirnya hasil rontgen keluar.
” Bapak, paru-paru putrinya ini yang satu sudah rusak terendam cairan……… sedangkan paru-paru satunya lagi terendam hingga setengahnya……”
Aq menutup wajahq……. Tak bisa menatap kemungkinan terburuk yang dari tadi sudah berdengung-dengung dalam otakq…….
Suamiq tegang…… Wajahnya merah dan matanya sangat bengkak…. Baru kali ini suamiq menangis……… Lelakiq menangis………
” Kita lepas respiratornya ya, Pak……… Kalo Tuhan menginginkan dia hidup pasti masih bisa bernafas……… Karena kenyataannya putri bapak sudah tidak bisa bernafas lagi………” sang profesor melunakkan suaranya agar terdengar sabar……..
” Sakit apa dia dok? Bagaimana dengan kakaknya dok? ”
Suamiq memberondong banyak pertanyaan dengan kalimat masygul…..
” Pneumonia. Radang paru-paru karena terendam oleh cairan….. Syukurlah kakaknya negatif………”
Lalu suamiq mengangguk………. Dia terlihat gamang antara bersyukur ato bersedih……..
” Jangan dok……… janagan dilepas………” aq merengek sejadi-jadinya…… Jangan ambil putriq………. Jangan renggut dia………
Suamiq memelukq…… Lebih erat dari yang tadi…….. Lalu kepalanya mengangguk…….. Dia setuju pada keputusan sang Profesor……..
Aq berteriak sampai para suster menghampiri aq memberi isyarat untuk tenang karena aq berada di ruang ICU…….
Dan benar saja……….. Selang itu dilepas lalu monitor di samping putriq terbaring menunjukkan gambar datar……. Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttt suaranya terdengar sumbang…………
” Sabar ya dik, anak kita sudah gak ada………… ” suamiq mendekapq…….. Aq menjerit….. Dan 2 orang suster dengan sigap menggapitq masuk ke kamar khusus……. ” Tenang bu……. Istirahat di sini dulu ya….” Bah!! Aq tak perduli lalu menghambur keluar…… Anakq pergi……….. Telah pergi……… Untuk selamanya…… Audry menyusul masuk ke ruang ICU walopun masih kecil dia tau bahwa adiknya tak hanya sekedar tertidur saja…….. Dia sudah tau bahwa itulah arti meninggal dunia……… Di usianya yang ke 3 tahun Audry tau bahwa seseorang yang meninggal takkan lagi bisa duduk, berdiri, makan ato bercanda……… Lalu kami menangis berdua……….

16 Desember 2004
Pemakaman Lawang-Malang. Di sanalah putriq bersemayam. Di sanalah tempat tidurnya yang abadi. Di samping bapak-q di samping eyang kakung-q. Di tempat sejuk, berbukit dan berpohon teduh itulah dia beristirahat untuk selamanya. Seperti senandung Koes Plus dalam lagunya Andaikan Kau Datang ( Kembali ) di atas, aq akan mengenangnya sebagai bulan purnama yang akan terus bersinar dalam hatiq……… Takkan pernah padam……… Walopun aq sudah tu a dan renta nanti……. Aq akan tetap berdoa untuknya sebagaimana aq juga selalu berdoa untuk Audry, kakaknya………. Karena aq yakin dia masih hidup, walopun dalam bentuk dan dimensi kehidupan yang berbeda…….” Suatu saat, ibu berharap Allah akan mempertemukan kita kembali sayang……… Ibu akan tetap mencintai Fafa walopun seyum dan tawa Fafa sudah tak hadir lagi kini, esok dan seterusnya……………. I love you……… I love you…….. I love you……… ”

Q persembahkan untuk almh. Fausta Padmasari Kusumastuti Hendarto
putri bungsu-q

Iklan

62 responses to “Andaikan Kau Datang ( Kembali )…….

  1. Saya sedih membaca postingan ini….
    Fausta sekarang sudah tenang di sana
    semoga mbak Ika tetap tabah

  2. http://padiemas.wordpress.com/
    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga jadi penyelamat bagi kedua orangtuanya kelak. Amiin

  3. Pfiiuuhh…tante kisahnya sangat mengharukan. Semoga adik istirahat disana dengan tenang salam untuk Om dan dik Audry 🙂

  4. insya Allah dia yang akan menjadi penerang dan penolong orang tua dan keluarganya. amiin

    dan kita berdoa buat kita semua, semoga kita bisa melalui sisa hidup kita dengan lebih baik. amiin

  5. salam kenal ya…
    sedih dan terharu,,,sampai merinding bacanya…
    semoga tetap diberikan ketabahan dalam menjalani hidup….amiiiin.. 🙂

  6. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
    semoga Arwarnya diterima di sisi ALLAH SWT
    dan yang ditinggalkan mendapat ketabahan
    amien amien amien

    semua yang direncanakaNYA adalah yang terbaik bagi kita

  7. aduuh, mbak!!
    Saya nangis bacanya. Tapi …saya yakin Fausta sedang bermain dg para malaikat di surga.

  8. aku turut berduka cita atas meninggalnya si buah hati yang tersayang, semoga semua keluarga diberi ketabahan atas musibah ini.

  9. Kisahnya sangat mengharukan..tapi itu pasti yang terbaik yang diinginkan oleh Tuhan, walau hanya datang sejenak, tapi Fausta pasti mendatangkan banyak kebahagiaan..

  10. turut berduka cita mba,..

    semoga fausta mendapatkan tempat yang mulia dan tertinggi disamping sang maha pencipta..

    mba ma suami yg tabah..

    ada hikmah yg besar dibalik kejadian ini..

    allah maha pengasih dan penyayang.

  11. Suka banget saya mas sama lagunya… 😀

  12. Sabar ya mass….

    Yang penting tabah..

  13. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Insya Allah akan menjadi penyelamat keluarga di akhirat kelak.
    Amin.

  14. Terima kasih sudah mampir… salam kenal 🙂

    Pertama kali kesini & baca cerita sediiiihhhh… Ikut berduka yang mendalam ya.. Dek Fafa pasti tenang di sisi-Nya… *Al Fatihah buat Adek*
    Amin…

  15. Yang sabar mba.. Skarang dia sudah tenang disisiNya, doakan dia selalu..

  16. turutberdukayah…mba, semoga ia diterima disisi yang maha kuasa, dan semoga juga emba sabar dalam menghadapinya……saya terharu dan sedih membacanya.

    lam kenal yah mba

  17. saya tahu rasanya mba’…saya juga baru kehilangan orang yang sangat saya sayangi…tapi, bagaimanapun juga…semuanya sudah diatur Yang Kuasa…anak mba’ pasti sudah bahagia di sisi-Nya. Sekedar tambahan, yang baru saja meninggal itu adalah tante saya dan, pada waktu malam penghiburan, dua anaknya menyanyikan lagu “Di Doa Ibu Ku Dengar Namaku Disebut..”(Saya lupa judul lagunya..)sementara saya menyanyikan lagu kesayangan tante saya, yang saya harap bisa membantu mengobati kesedihan setiap orang yang kehilangan orang yang dicintainya…lagunya adalah :”Dia Mengerti” oleh Delon. Yang tabah ya mba’…

  18. yang sabar ya mbak.
    kehilangan itu memang menyakitkan..
    tapi Allah tahu mana yang terbaik utk putri mbak. semoga ia tenang disisi-Nya

  19. wa aku masih inget kenangan itu mbak, aq baru 5bulan jalan ma mas ntok.lucu banget fausta itu…
    😦

  20. ikhlaskanlah, insyaAllah ia akan menjemputmu nanti disurga. Amin

  21. sumpah, aQ hampir nangis bacanya mbak…
    bagi aQ g ada yg bs ngalahin rasa cinta sm malaikat2 kecil di dunia ini…
    Innalillahi wainna illahi rajiun..
    kelak alm.menjemput ibunya di pintu surga… amin.. 🙂
    Yg ikhlas y mbak,
    makasih lho udah main2 ke blogQ
    salam kenal

  22. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

  23. Kebahagian akan menghampiri.. jika kita ikhlas…

  24. 4 thn sudah berlalu. turut berduka cita, semoga diberikan jalan yang lapang oleh Nya.

    kita semua pasti akan menyusulnya kesana. entah kapan … teruslah berbuat berguna untuk sekitarnya.

  25. wah…cerita hidup yang benar-benar membuatku tak bisa berkata-kata…

    yang jelas aku benci sikap dokter Indonesia,memeriksa seadanya,coba penyakitnya cepat diketahui kan tak begini?

    semoga menjadi pelajaran buat semua,jangan percaya sama satu dokter,walupun kutahu semua sesudah takdir!

    semoga adik Fausta selalu bahagia disana…

  26. Aku merinding baca postingan mba…
    Pastinya dia akan ada selalu dihati yach mba…?

  27. Kehilangan yang kita cintai tuh amat menyakitkan, 4 tahun sudah berlalu, turut berduka cita biarlah fausta dibukakan jalan dan tenang disana….

  28. Turut berduka cita ..
    Smoga fafa tenang di alam sana, yg tabah mbak..

  29. turut berduka cita bu…

    salam kenal juga

  30. wah, ikut berduka cita mbak..
    semoga mbak & suami tabah menjalani..
    salam kenal

  31. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya 🙂

  32. Aq sangat trharu ktika membaca postingannya.. Aq trut brduka cita.. Aq hrp mbak dan kluarga tabab. Walau kjadiannya 4 thun yg lalu pastinya si kecil ttp dikenang..
    Thanx dah mampir mbak.
    Slm kenal

  33. fotonya kok jadul ya

  34. Sesungguhnya engkau dan suamimu telah terhalang dari neraka disebabkan kesabaran akan ‘kepergian’ anak bungsumu, si bungsumu lah yang akan membukakan pintu surga bagi kalian, tetaplah bersabar di jalan Allah dan bergembiralah…

    Bayangkan di pintu surga nanti, anakmu membukakan pintu dan berkata: ” ayo ibu, ayo bapak, masuklah… aku udah kangen banget dan menunggumu sekian lama…masuklah…

    salam…

  35. mbak… yang tabah ya.. Fafa bisa jadi penyelamat kedua ortunya nanti di akhirat…salam kenal…

  36. Sabar ya mbak….
    Fausta menepati janjinya kepada sang pencipta.

  37. Mana postingan terbarunya mbak,kok masih nggak ada???
    Kita boleh mengenang masa lalu karena kita nggak bisa menghapus kenangan yang sudah kita jalani tapi juga harap di ingat masa depan selalu menanti kita.
    Ikhlas…cuma itu kata yang bisa aku katakan lewat komentar ini…

  38. Ikut merasakan kesedihannya, mbak Ika. Aku juga baru punya anak perempuan yang bulan ini mau ultah pertama. Mesti galak ama dokter nih, kalo sewaktu-waktu anak ngalamin demam.

  39. saya gak tahu mau komentar apa di sini..rasanya saya sudah memikirkan komentar selama 10 menit lebih dan tetap gak tahu harus komentar apa..

    saya cuman mau katakan:
    Adalah karunia terbesar Mbak diberikan seorang putri bungsu yang luar biasa..
    Adalah hadiah terindah Mbak melihat dan mendengar suara tawa kecilnya…
    Jikalau diambil lebih cepat olehNya, tersenyumlah Mbak, itu karena putri anda punya tempat spesial di sebelahNya…

  40. Saya langsung terdiam…..speechless.
    Kita hanya bisa mendoakannya, jika Allah swt sudah memanggilnya, tak ada siapapun yang dapat menghalangi….

  41. *berkaca-kaca*

    terharu mbak…innalillahi wa inna ilaihi roji’un…yang sabar ya mbak 🙂

  42. saya, dan segenap keluarga turut berduka cita .. ini pasti yang terbaik untuk nya, dia sudah dapat tempat yang enak disana .. tetep tabah, dan jangan berlarut – larut dalam kesedihan ya …

    ayadinata.com

  43. ……………………………………………………..

  44. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk menghadapinya, sesungguhnya Allah tidak akan memberikan ujian bagi ummat-Nya tanpa mempertimbangkan kemampuan ummat-Nya.

  45. seorang teman pernah bercerita tentang anaknya yang baru berusia beberapa hari telah dipanggil lagi oleh yang kuasa, dia bilang begini:
    “…yah anak itu hanya titipan, semisal ada orang yang minjemin kita sesuatu lalu orang yang itu meminta kembali titipannya tersebut, kita harus ikhlas mengembalikannya”

    semoga si kecil bahagia di sana

  46. Aku nangis bacanya..hiks.. inalillahi wainailahi raji’un, turut berduka cita.. fafa sudah jadi bidadari di surga..

  47. Insya Allah akan kmbali brkumpul di surganya Allah SWT.. Amiiiinn Ya Rabbal Alamiiinnnn..

  48. ya ampun, ka… banjir air mataku baca postinganmu ini. kebayang banget betapa paniknya kamu waktu tiba2 fafa dingin dan ternyata koma, betapa sedih dan hancur hatimu waktu fafa dinyatakan ud ga ada… tapi percaya, dibalik semua hal yang menyedihkan ini pasti ada maksud dan rencana Tuhan yang indah buat kalian bertiga. pastinya fafa sekarang ud bahagia di sisiNya. amin. *big hug*

  49. Definitely it’s touching my hearth. I agree with Caroline, your daughter is in the arm of God now, He has such a beautiful plans for you and your family. Amen.

  50. Saya turut bersedih ya Bu.. saya dapat merasakan bagaimana sedihnya orangtua ketika kehilangan buah hatinya..

    Saya dan istri pernah kehilangan calon bayi krn istri saya keguguran saat kehamilannya berusia 3bln.. walaupun msh calon bayi kami sangat sedih krn buah hati yang dinantikan sudah dipanggil Allah sebelum kami sempat merawatnya.. Aplg Ibu dan keluarga yg kehilangan buah hati.. Semoga Ibu selalu tabah..

    Saya yakin setiap cobaan yg diberikan Allah kpd kita pasti ada hikmah tersembunyi dibaliknya..

    Salam buat Audry.. 🙂
    semoga dia selalu sehat dan menjadi anak yang cerdas..

  51. .:Setiap yang bernyawa pasti mati…….

    Tapi untuk anak, sepertinya ayat ini sulit dipahami… Sabar ya mbaaak…. saya dan istri berharap Si-Kecil bahagia di Syurga….. :.

  52. salam kenal mbak..

    aku terharu bgd baca postingan ini..
    semoga si kecil diterima di sisi Tuhan YME ya mbak..

    trims udah mau mampir di blog aku btw.
    blog mbak aku link di blog aku yaa.. x)

  53. mbak… saya turut berduka cita walopun telat ngucapinnya.. saya seperti ikut merasakan kesedihan mbak. tapi semua sudah kehendak Allah SWT semoga mbak tabah menerimanya..

  54. Aduh, Mbak..Whienda telat ngebaca postingan ini …terlalu pedih untuk kubayangkan…

    bersinarlah bulan purnama……….
    seindah serta tulus cintanya……..
    bersinarlah terus sampai nanti……..
    bersinarlah Fausta … dalam cahaya-Nya…

  55. saya nggak bisa membayangkan bagaimana sedihnya kehilangan ananda tercinta, mungkin sama rasanya ketika tiba2 ayah saya harus terunggut dari keluarga…

    namun saya yakin bahwa segalanya sudah diatur oleh Tuhan yang maha kuasa, selalu ada kebaikan di dalam suatu peristiwa. kita hanya perlu memahaminya saja…

    saat ini kita hanya bisa mendoakan orang-orang terkasih yang telah pergi agar selalu bahagia dimanapun dia berada

  56. dari Allah kita datang dan kepadaNya juga kita kembali…
    al fatihah buat putri bongsu mbak..
    semoga Allah mencucuri rahmat ke atas rohnya putri mba…

  57. bisillah, pertama kali aku bacha….
    langsung trasa…btapa kita ini harus slalu siap tuk menerima apa yang Allah takdirkan…
    tiada tahu rahsia yang Allah sembunyikan dan Dialah Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, sekalipun manusia tidak dapat menerimanaya…

    semoga si bungsu dapet menjadi simpanan tuk ibunya, dan dapat menarik ibunya hingga ke jannahNya, amien
    than always keep smile, walhamdulillah

    kita ada atas kejendak Allah dan tiada pun demikian…

    Wallahul Musta’an

  58. sabar ya mbak….
    insyallah putri mbak mendapatkan tempat yang terbaik di sana.

  59. @ All my friend
    terima kasih karna kalian semua telah banyak menghibur-q sekaligus memberikan dukungan buat-q….. supaya aq tidak terlalu lama terpuruk dalam kesedihan dan trauma yang panjang….. Memang gak mudah untuk berjalan terus ke depan tanpa menoleh ke belakang lagi, terutama bila sesuatu di belakang itu sangat menghantui langkah kita….. Aq gak tau perlu waktu berapa lama untuk bisa melepaskan putri bungsu-q tanpa perasaan menyesal karna aq yang ada di sampingnya, di saat-saat terakhirnya, namun aq gak dapat menolongnya bahakan gak bisa berbwat apapun kecuali menangis dan histeris saat itu……… Mungkin aq butuh 10 taun, 15 taun ato bahkan seumur hidup-q untuk bisa mengikhlaskannya pergi dan menjadi bidadari di surga…….. Doa-q kepada Allah, pemilik bumi dan seisinya, penguasa dunia dan akhirat, semoga satu hari nanti kami bisa bertemu lagi, berkumpul dan aq bisa memeluknya, se-lama apapun yang aq mau…………. Amien, Amien, Amien

  60. wow….
    barusan kenal mbak ika, langsung baca ini..
    wah…

    tidak bisa berkata-kata
    saya juga seorang ibu…

    😦

  61. Innalillahi wainnailaihi rojiuun…Kita semua akan menyusulnya.., putri mbak ika sdh pasti ada di surga….,sedangkan kita blm tentu…., yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana caranya supaya kalo giliran kita tiba…,kita bisa menemani sibungsu-nya mbak ika…di alam jannah..

  62. Saya turut berdukacita atas dipanggilNya de’ Fausta … Tp Dek Fausta sudah tenang disisiNya mba… Smoga Mbak & keluarga sesalu tabah dlm menjalani apa yang telah digariskanNya..Amien
    Saya isa turut merasakan betapa sedihnya kehilangan putri tercinta mba….apalagi sy jg penderita pneumonia mba’…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s